Breaking News

Dampak Buruk Urbanisasi Masif di Masa Depan

Dampak Buruk Urbanisasi Masif di Masa Depan – Mendapatkan pekerjaan secara layak merupakan cita – cita utama bagi setiap individu. Tak heran jika mereka menginginkan yang terbaik untuk bekal masa depannya. Karena apa Pergantian tahun dan perkembangan jaman yang makin meningkat telah menjadi saksi bahwa setiap orang wajib membuat suatu pilihan. Yang mana pilihan tersebut sering kali salah diartikan oleh kalangan awam. Terutama bagi mereka yang merupakan penduduk asli pedesaan.

Dalam sejarah dunia, Urbanisasi merupakan upaya terbaik untuk mendatangkan potensi masa depan yang jauh lebih berharga. Banyak warga desa yang bertekad untuk hijrah ke Kota baik secara semi permanen hingga permanen. Karena penilaian mereka terhadap kehidupan Kota tampak berseri dan berpotensi dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya. Namun tidak semuanya beranggapan seperti itu.

Dilansir dari Carfreeinbigd siapa pun berhak melakukan Urbanisasi dengan maksud dan tujuan tertentu. Karena faktor yang paling penting dalam kehidupan yaitu mencari nafkah untuk keluarga. Tanpa sadar, aktivitas perkotaan makin hari makin tidak mudah terkontrol. Akibatnya pemerintah setempat merasa kesulitan dalam memerankan tugasnya. Dan uraian kali ini akan coba membeberkan beberapa dampak buruk terjadinya urbanisasi masif di masa depan.

  • Banyak Pemukiman Ilegal

Dampak buruk yang pertama yaitu akan ada banyak pemukiman ilegal. Hal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun silam, dimana para kaum urban yang belum memiliki identitas asli harus rela hidup dan tinggal di berbagai tempat. Banyak dari mereka yang mendirikan bangunan sementara di tanah pemerintah. Dan pastinya akibat pemukiman tersebut, maka setiap sudut Kota akan menjadi kumuh dan tidak terorganisir secara layak.

Ironisnya para urban dari berbagai desa melakukan hal tersebut secara berkelompok. Walau tujuan yang mereka inginkan hanya demi suatu perubahan, namun apa yang mereka lakukan salah besar. Sempat terjadi penggusuran masal atas pemukiman ilegal, akan tetapi para urban masih tetap mendirikan tempat tinggal lain yang dianggap merugikan pemerintah.

  • Mengganggu Arus Transportasi

Dampak buruk yang berikutnya adalah bisa mengganggu arus transportasi mulai dari darat, air hingga udara. Sudah sangat jelas bahwa berbagai jalanan tikus di sejumlah titik perkotaan nyaris tidak bisa diakses dengan cepat. Itu karena tambahan jumlah penduduk tak terduga kerap memadati jalanan. Aktivitas jalur tersebut menjadikan peran pemerintah daerah hingga pusat mengalami masalah baru.

Banyak kerugian yang dialami oleh sejumlah warga Kota, dimana para pekerja kantoran sering datang terlambat lantaran harus mengantre arus di jalanan. Dan hal tersebut juga menimpa sejumlah warga asli lainnya. Hingga kini hal tersebut seakan – akan sudah menjadi kebiasaan. Sekalipun telah muncul jalan tol dan jalur alternatif, namun kepadatan arus transportasi makin tidak terurus secara wajar.

Baca juga : Transportasi dan Urbanisasi yang Menjadi Masalah Pelik Ibukota

Makin Banyak Gedung Pencakar Langit

  • Makin Banyak Gedung Pencakar Langit

Dan dampak buruk yang cukup merugikan lagi ialah makin banyak gedung pencakar langit. Bisa kita gambarkan yang terjadi di sejumlah negara Eropa dan Amerika. Mereka beramai – ramai untuk mendirikan bangunan tinggi lantaran mempekerjakan kaum urban. Padahal padatnya gedung pencakar langit sudah menjadi bukti bahwa kondisi alam tak kan bertahan lebih lama lagi.

Ironisnya sejumlah bangunan tersebut tidak didirikan pada jarak yang cukup jauh, melainkan saling berdekatan. Nasib masa depan bangsa di berbagai negara maju mulai dipertanyakan. Hal itu tak lepas dari maraknya kaum urban yang menganggap bahwa hidup di Kota merupakan tujuan utama untuk mendapatkan kehidupan yang paling sejahtera, aman dan sentausa.