Breaking News

Macam-macam Alat Berat Dan Fungsinya

www.carfreeinbigd.comMacam-macam Alat Berat Dan Fungsinya. Alat berat merupakan mesin yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai tugas, seperti konstruksi bangunan, pengangkutan material berukuran besar, pembersihan dan pemadatan lahan, serta penggalian tanah untuk keperluan tertentu.

Alat berat biasanya memiliki dimensi yang sangat besar dan dirancang khusus untuk melakukan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh alat proyek lain. Sehingga dapat dikatakan alat berat ini sangat berguna untuk membantu sektor pertanian, proyek konstruksi, pertambangan dan industri konstruksi.

Berikut ini adalah beberapa jenis alat berat yang umum digunakan, merek utama dunia produsen dari Amerika Serikat, Jepang, China dan Korea Selatan.

  1. Excavator

Excavator (excavator) adalah alat berat yang dihubungkan ke keranjang atau ember (keruk) dengan batang atau lengan (arm), stick (bahu) atau boom, dan digerakkan oleh tenaga hidrolik yang digerakkan oleh mesin diesel dan terletak Track naik).

Excavator merupakan alat berat paling serbaguna karena bisa menangani berbagai alat berat lainnya. Sesuai dengan namanya (gali = gali), alat berat ini memiliki fungsi utama dalam pekerjaan penggalian.

Tidak hanya itu, excavator juga dapat melakukan pekerjaan konstruksi yaitu memuat barang ke tempat sampah (loading), membentuk kemiringan (miring), menghancurkan batu (crusher), dan lain sebagainya.

Karena keserbagunaannya, berbagai jenis operasi berat selalu membutuhkan penggunaan excavator, baik di darat maupun di air. Di Indonesia excavator sering disebut dengan “dumb / beko”, diambil dari bahasa Inggris “backhoe” yang artinya aktor belakang.

Backhoe adalah ekskavator mini, dipasang di belakang mesin pelacak, biasanya digunakan di bidang pertanian di Amerika Serikat. Ekskavator pertama di dunia diproduksi pada tahun 1840, dan sebanyak tujuh telah diproduksi, tepat pada tahun pertama paten penemuan William Smith Otis dan kematiannya pada tahun yang sama. Excavator sendiri merupakan pengembangan alami dari pengikis uap dan biasanya disebut power shovel.

Merek excavator beroperasi di Indonesia.

Sementara itu, dalam dunia alat berat, Indonesia masih didominasi oleh tiga merek, yaitu Komatsu, Caterpillar, Hitachi, disusul Sumitomo dan Sa. Kelima merek tersebut menguasai lebih dari 60% pasar alat berat nasional. Komatsu dan Caterpillar merupakan komponen terbesar.

Perusahaan PMA Indonesia tidak dapat menjual langsung ke pengguna, tetapi hanya dapat menyerahkan penjualan ke perusahaan distribusi lokal. Komatsu memiliki United Tractors sebagai kantor perwakilan penjualannya di Indonesia, Caterpillar telah menunjuk layanan Trakindo Utama, dan Hitachi mendistribusikan produk alat beratnya melalui PT. Hexindo Adiperkasa. Produsen alat berat yang sudah aktif melakukan penjualan di Indonesia antara lain Sumitomo, Sakai, Kobexindo, Intraco Penta, Volgele dan merk lainnya.

Penggunaan excavator

  • Menggali parit, lubang, pondasi bangunan
  • Penanganan material
  • Memotong tuan tanah dengan alat khusus
  • Pekerjaan kehutanan
  • menghancurkan
  • Tingkat dasar
  • Transportasi berat
  • Penambangan, terutama penambangan permukaan
  • Pengerukan sungai
  • Blokir batang pondasi, dll.

Fungsi excavator

  • Ember: digunakan untuk mengeruk tanah
  • Silinder ember: ember bergerak
  • Lengan: ayunkan ember ke atas dan ke bawah
  • Silinder lengan: gerakkan lengan
  • Boom: batang utama yang digunakan untuk menggerakkan lengan ke atas dan ke bawah
  • Silinder boom: boom bergerak
  • Pelacak: sebagai roda ekskavator
  • Ruang mesin: tempat mengontrol excavator

Baca Juga: 5 Perusahaan Rokok Terbesar dan Terpopuler di Indonesia

  1. Dragline Excavator

Dragline digunakan sebagai alat penggalian kabel. Excavator kabel dan kulit kerang adalah ekskavator yang dipasang pada ekskavator sistem kabel dan traktor dengan alat perayap. Alat dasar untuk dragline dan flips adalah bucket yang dipasang ke boom rangka. Dragline dan flip boom memiliki panjang yang sama dengan crane, tetapi lebih panjang dari boom penggalian lainnya.

Dragline adalah alat gali yang digunakan untuk area penggalian yang lebih luas dibandingkan alat gali lainnya. Dibandingkan dengan ekskavator lain dengan ukuran ember yang sama, ketinggian tiang bongkar muat, radius bergerak, dan jangkauan penggalian dragline lebih besar. Dibandingkan dengan shovel depan, untuk kapasitas yang sama, penggunaan dragline akan memberikan jarak yang lebih jauh. Namun, dari segi produktivitas, dengan kapasitas yang sama, produktivitas shovel depan lebih besar daripada produktivitas bucket shovel.

Rentang penggalian bucket shovel dapat diperpanjang dengan menambah panjang boom. Untuk boom yang cukup panjang maka kestabilan sling harus diperhatikan, karena bertambahnya panjang boom akan menyebabkan kekuatan tool menjadi berkurang. Di ujung bucket, streamer dihubungkan untuk menarik bucket ke arah dragline saat menggali. Umumnya, perkakas dioperasikan pada sudut boom 40 °.

Jenis bahan yang diekstraksi harus lembut hingga agak keras. Penggunaan ember sangat menguntungkan dalam proyek drainase yang tanahnya mengandung air. Selain itu, dragline juga digunakan untuk penggalian di bawah air. Dragline dilengkapi dengan ember kecil dan ringan, yang biasanya digunakan untuk menggali material yang lepas dan kering. Jika Anda ingin menggunakan dragline untuk mengekstraksi material yang lebih keras, Anda harus menambahkan perkakas ke drag chain, dan bucket diperkuat dengan pelat baja. Peran pelat baja adalah membantu bucket dalam menggali kerikil dan material padat. Bucket dragline sedang biasanya digunakan untuk menggali tanah liat, kerikil, atau pasir padat.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengoperasikan dragline antara lain ukuran bucket yang harus disesuaikan dengan kemampuan alat, dan gigi bucket harus cukup kuat untuk menembus tanah. Selain itu, rantai seret tidak boleh rusak. Sekop dragline sulit untuk mengontrol pembongkaran. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan alat angkut untuk mengangkut ekskavasi dragline besar. Daya dukung harus 5 sampai 6 kali ukuran ember dragline.

Saat menggali, dragline melewati beberapa tahap. Tahapan ini merupakan proses siklus dari penggalian hingga pembongkaran. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Dengan ayunan, ember memasuki posisi penggalian. Jatuhkan ember tegak lurus ke tanah dan lepaskan tarikan kabel dan kerekan kabel.
  • Kemudian tarik tali penarik dan angkat kerekan kabel untuk menjaga kedalaman penggalian tetap teratur.
  • Saat ember sudah penuh, kerekan kabel akan dikunci dan ember akan ditarik.
  • Kemudian, boom berputar menuju area bongkar muat.

Produktivitas bucket bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis material, kedalaman penggalian, sudut ayun, ukuran bucket, panjang boom, kapasitas transportasi, dan kondisi lokasi. Produktivitas peralatan dihitung berdasarkan kondisi tanah atau tepi sungai asli.

  1. Backhoe

Fungsi dari alat penggali backhoe, pengoperasian backhoe biasanya digunakan untuk penggalian lorong, terowongan atau basement. Backhoe beroda biasanya tidak digunakan untuk penggalian, tetapi lebih sering digunakan untuk pekerjaan umum lainnya. Backhoe digunakan untuk menggali permukaan bawah tanah dan menggali material keras. Dengan menggunakan backhoe, Anda bahkan bisa mendapatkan hasil penggaliannya. Pemilihan kapasitas backhoe bucket harus didasarkan pada pekerjaan yang akan dilakukan.

Backhoe terdiri dari enam bagian utama, yaitu rotating upper structure, boom, stick, bucket, slewing support dan lower structure. Boom, stick, dan bucket digerakkan oleh sistem hidrolik. Substruktur adalah penggerak utama, yang bisa berupa ban atau trek.

Ada enam tindakan dasar, termasuk tindakan masing-masing bagian, yaitu:

  • Gerakan boom: Ini adalah jenis gerakan boom yang dapat memandu bucket ke material yang digali.
  • Gerakan ember: gerakan ember saat menggali.
  • Gerakan bongkar ember: Ember bergerak berlawanan arah dengan penggalian.
  • Gerakan lengan: merupakan gerakan mengangkat lengan, radius maksimumnya adalah 100 °.
  • Gerakan slewing ring: Gerakan pada poros dirancang untuk memutar bagian atas backhoe 360 ​​°
  • Pergerakan substruktur: digunakan untuk perpindahan setelah penggalian area.

Metode kerja backhoe selama penggalian adalah sebagai berikut:

  • Boom dan bucket bergerak maju.
  • Ember dipindahkan ke alat.
  • Ember itu merembes ke tanah.
  • Ember penuh diangkat.
  • Putar struktur atas.
  • Ayunkan ember sampai bahan di dalamnya keluar.
  1. Bulldozer

Fungsi alat berat Bulldozer atau bulldozer adalah traktor dengan bilah yang dipasang di bagian depan. Pisau digunakan untuk mendorong atau memotong bahan.

Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan bulldozer atau bulldozer adalah:

  • Buanglah tanah bagian atas dan bersihkan tanah dari pepohonan.
  • Buka jalan baru.
  • Pindahkan material dalam jarak pendek, hingga 100 m.
  • Membantu mengisi bahan pengikis.
  • Menyebarluaskan materi.
  • Saluran pengisian bahan bakar.
  • Bersihkan buruan.

Alat penggerak bulldozer atau bulldozer ada dua jenis, yaitu roda perayap dan roda ban. Perangkat penggerak buldoser biasanya berupa buldoser perayap. Jenis buldoser crawler dibagi menjadi ringan, sedang dan berat. Jenis ini digunakan untuk menarik dan mendorong benda berat serta dapat bekerja pada permukaan yang kasar dan berair. Pada saat yang sama, buldoser dengan ban dapat bergerak lebih cepat dan karenanya lebih ekonomis. Alat ini biasanya digunakan pada permukaan seperti beton dan aspal. Dalam hal jarak tempuh, buldoser beroda memiliki jarak tempuh yang lebih jauh daripada buldoser perayap.

Bilah (shovel) pada bulldozer atau bulldozer memiliki dua fungsi utama yaitu mendorong material ke depan (melayang) dan mendorong material ke samping (side casting). Permukaan bilah biasanya melengkung, sehingga material akan berputar saat didorong. Bilah-bilah tersebut dihubungkan dan dikontrol ke traktor melalui dua pasang silinder hidrolik ganda. Kelompok pertama bekerja untuk memposisikan muka pisau sehingga kedalaman penggalian dapat disesuaikan. Di saat yang sama, rekan kedua bekerja keras untuk menaikkan dan menurunkan pisau.

Ada beberapa jenis pisau yang menempel pada buldoser. Pilihan jenis tergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis alat yang umum digunakan adalah:

  • Pisau lurus (pisau S). Pisau tipe S biasanya digunakan untuk pekerjaan pengelupasan dan penguburan. Jenis pisau ini dapat bekerja di tanah yang keras.
  • Pisau sudut (pisau). Blade tipe A lebih lebar 0,3 hingga 0,6 m dari blade tipe S. Jenis pisau ini digunakan untuk menghilangkan material dari samping, menggali bagian dan membersihkan tanah.
  • Pisau universal (pisau berbentuk U). Bilah berbentuk U juga lebih lebar dari bilahnya. Pisau berbentuk U digunakan untuk reklamasi lahan. Jenis pisau ini memiliki kemampuan untuk mengangkut material dalam jumlah besar dalam jarak yang relatif jauh. Biasanya bahan yang diolah adalah bahan yang ringan, seperti tanah gembur.
  • Backing blade (blade tipe C). Blade tipe C biasanya dipasang pada bulldozer besar, yang digunakan untuk mendorong pengikis. Pisau jenis ini lebih pendek dari pisau tipe S.

Pemasangan blade akan memengaruhi pergerakannya, tergantung pada persyaratan pekerjaan. Gerakan blade termasuk kemiringan, pitch, dan sudut. Jika ujung bilah bergerak vertikal, itu disebut kemiringan. Umumnya, sudut kemiringan gerakan ini maksimal 15 °. Sementara itu, jika sisi atas bilah jauh dari atau dekat dengan badan traktor, gerakan ini disebut pitching. Sudut adalah gerakan bilah menjauh dari atau menuju badan traktor. Gerakan miring horizontal ke kiri-kanan ini kira-kira 25 °.

Teknologi pengoperasian buldoser atau buldoser Saat menggunakan buldoser untuk konstruksi, dua teknologi sering digunakan, yaitu buldoser side by side dan buldoser palung. Dalam teknik buldoser berdampingan, dua buldoser bekerja berdampingan. Dorong dozer kedua sedekat mungkin. Ini untuk menghindari luapan blade atau pelepasan material. Kekurangan dari teknik ini adalah membutuhkan waktu yang lama untuk memanipulasi pahat, sehingga tidak praktis untuk jarak bergerak kurang dari 15 m dan lebih besar dari 10 m. Pada saat yang sama, dalam teknologi buldoser slot, penghalang dibentuk di sisi mata pisau untuk menghindari limpahan dari buldoser. Menggunakan teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas.

Baca Juga: 7 Bus Mewah dengan Segala Fasilitasnya di Tahun 2021

  1. Grader

Fungsi alat berat grader. Alat perata adalah alat perata dengan banyak kegunaan. Umumnya grader digunakan untuk proyek jalan dan pemeliharaan, serta mempunyai mobilitas, sehingga grader biasanya digunakan untuk proyek penerbangan.

Motor grader memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Ratakan dan bentuk permukaannya.
  • Jaga jalan.
  • Terkupas.
  • Materi astigmatisme

Motor grader terdiri dari enam bagian utama, yaitu prime mover, frame, knife (particle board), korban, cakram dan drawbar. Rangka menghubungkan poros penggerak dan poros depan. Tata letak bingkai cukup tinggi untuk memudahkan pengoperasian alat. Dalam pengoperasiannya, alat perata menggunakan pisau yang disebut scraper, yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan bentuk permukaan. Panjang bilah biasanya 3 hingga 5 meter.

Sacrifier adalah unit perata jalan yang dikendalikan secara hidrolik. Bagian gigi ini bisa merusak material. Aktifkan korban dengan mendorong atau menarik unit. Lingkaran merupakan bagian dari motor grader, dan bentuknya menyerupai cincin luar yang bergigi. Fungsi lingkaran tersebut adalah untuk menggerakan bilah agar berputar. Bentuk batang derek motor grader mirip dengan V atau T yang menghubungkan bulatan ke depan motor grader.

Scraper / shovel dapat digerakkan seperti bulldozer yaitu tilt, tilt dan tilt, dengan fleksibilitas yang lebih tinggi. Gerakan condong ke depan biasanya digunakan untuk pekerjaan finishing dan pencampuran. Pada saat yang sama, gerakan melempar ke belakang dilakukan untuk meningkatkan pemotongan.

  1. Trencher

Trencher merupakan alat berat yang digunakan untuk menggali parit.Galian jenis ini biasanya digunakan untuk memasang pipa, kabel, drainase, dll. Ada 5 jenis trencher yaitu:

  • Penggali rantai (ekskavator rantai yang digerakkan di sekitar bingkai logam melingkar)
  • Penggali beroda (ekskavator beroda, termasuk logam keras atau roda logam bergigi tanah lunak)
  • Trencher mini (excavator dengan roda batu kecil khusus digunakan di daerah perkotaan)
  • Penggali portabel (ekskavator portabel, khusus digunakan untuk perawatan halaman atau pemasangan tepi lanskap dan jalur irigasi)
  • Parit parit (ekskavator yang membutuhkan perangkat perayapan traktor untuk bekerja, termasuk penggali rantai)
  1. Paver

Salah satu alat berat yang digunakan dalam pembangunan jalan adalah paver beton. Seperti namanya, penurap beton digunakan untuk beton cair yang digunakan dalam proses konstruksi cetakan. Alat ini berkaitan erat dengan proses melaksanakan tugas tertentu. Pelapis jalan beton dan pelapis aspal memiliki fungsi yang serupa. Pada alat paver beton ini dapat meratakan beton siap pakai. Bahkan, bisa juga dilakukan dengan agen finishing aspal. Alat tersebut menggunakan sistem cetakan geser.

Alat tersebut digunakan untuk pengecoran jalan berupa beton sebagai pengganti aspal. Atau kita tahu itu jalan yang kaku. Alat ini dapat mencetak secara kontinyu dan menjamin kualitas, kerataan, kemiringan dan titik cetakan yang cukup akurat. Tidak hanya itu, penurap beton juga digunakan untuk pembuatan jalan kaku berupa beton, antara lain tempat parkir, tempat parkir pesawat, basement, bengkel pabrik, gudang dan tempat lain yang perlu diratakan. Lebar beton paver atau slipform berkisar antara 2 meter sampai dengan 15 meter.

Sistem kerja paver beton yang menghasilkan ratusan jenis beton ini dilengkapi dengan penyegaran beton yang akan ditempatkan di depan bor. Auger digunakan untuk meratakan beton pada tamping rod. Kemudian gunakan alat bantu vibrator. Selain itu, vibrator hidrolik akan mengkoordinasikan beton. Strip tamper nantinya akan mendorong agregat yang cukup besar ke bawah permukaan. Beton kemudian akan mengalir ke nampan finishing. Di sini, kami dapat secara otomatis menyesuaikan level dan level. Unit paving beton dilengkapi dengan unit penggerak sistem track. Perkakas dilengkapi dengan 2 track, 3 track atau hingga 4 track, yang sistemnya bergantung pada alat berat dan kebutuhan pekerjaan.

shares