Breaking News

6 Wisata Alam Di Jakarta Utara Yang Wajib Banget Dikunjungi

www.carfreeinbigd.com6 Wisata Alam Di Jakarta Utara yang Wajib Banget Dikunjungi. Jakarta Utara merupakan bagian dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan merupakan kota administratif. Kota ini memiliki banyak potensi wisata, dan mungkin menjadi pilihan terbaik bagi penduduk yang ingin menikmati hiburan di kota yang sibuk.

Berbicara mengenai tempat wisata di Jakarta Utara tidak akan lepas dari Taman Impian Jaya Ancol yang seolah menjadi simbol wisata DKI Jakarta Utara. Dengan konsep yang komprehensif, destinasi wisata ini merupakan destinasi wisata unggulan, dan peminatnya cukup tinggi bagi warga Jakarta maupun wisatawan dari luar. Boleh dibilang, berwisata ke Jakarta belum lengkap rasanya tanpa berwisata keren ke kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Di kawasan ini, Anda bisa menikmati liburan di pantai dan menyediakan taman. Anda bisa menjelajahi setidaknya enam pantai utama untuk memuaskan waktu liburan Anda. Dari Pantai Karnaval Ancol, Pantai Festival Ancol, Pantai Ria Ancol, Pantai Indah Ancol, Pantai Pool Beach hingga Pantai Marina Ancol.

Menariknya, untuk menjelajah pantai eksotis Jakarta Utara ini bisa masuk melalui pintu masuk utama kawasan wisata Pantai Angker. Angin sepoi-sepoi dan suasana pantai yang khas akan membawa Anda sejenak dari keramaian kota. Selain Taman Impian Jaya Ancol (Taman Impian Jaya Ancol), ada beberapa destinasi populer pilihan, dan banyak juga di Jakarta Utara. Bahkan beberapa diantaranya masih berada di dekat Taman Impian Jaya Ancol.

Penasaran tempat wisata alam apa aja yang bakal kita bahas kali ini, skuy kita simak list dibawah ini;

1. Museum Bahari
Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan, dua pertiga wilayah lautannya lebih luas dari daratan. Penting sekali bagi kita (penerus negara) untuk memahami sejarah maritim Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya, Anda bisa mengunjungi Museum Bahari. Di tempat ini, Anda bisa melihat reputasi pertahanan maritim Indonesia di masa lalu. Selain sebagai museum, tempat ini juga digunakan oleh VOC sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah utama, kopi, teh dan komoditas utama lainnya. Museum Bahari memiliki ratusan koleksi, dari asli hingga salinan. Benda-benda ini dibagi menjadi tujuh kategori dan ditempatkan di ruangan yang berbeda.

Baca Juga: 15 Wisata di Jakarta Timur yang Wajib Banget Kalian Kunjungi

Integritas kapal pengumpul adalah salah satu keunggulan yang paling menonjol. Padahal, Museum Bahari merupakan satu-satunya museum yang mengoleksi kapal tradisional dari seluruh wilayah Indonesia. Anda akan melihat koleksi perahu asli dan replika, mulai dari miniatur perahu Batavia abad 16, perahu VOC, perahu Pinisi Nusantara khas Bugis, perahu kerajaan Sriwijaya hingga perahu Majapahit. Tak hanya itu, Museum Bahari juga menampung kapal-kapal dari berbagai negara seperti Swedia dan Yunani.

Museum Bahari juga menyimpan berbagai koleksi benda-benda angkatan laut Indonesia, koleksi kartografi, model Pulau Onrust, tokoh laut Nusantara, koleksi perlengkapan pelaut masa lampau, serta cerita rakyat dan cerita rakyat yang sering dibawakan oleh nelayan Indonesia di masa lampau. Lirik lagu.
Jika ingin berkunjung ke Museum Bahari bisa ke Jl. Pasar Ikan No. 1 di Kecamatan Sunda Kelapa, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Koleksi yang dikoleksi antara lain kapal tradisional dengan berbagai jenis, bentuk dan dekorasi, hingga era VOC. Selain itu, tersedia berbagai model dan miniatur kapal modern serta perlengkapan penunjang untuk kegiatan transportasi. Selain itu juga peralatan yang digunakan para pelaut di masa lalu, seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar, dan meriam.

Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut. Museum ini juga menampilkan dimensi tentara laut, serangkaian karto grafi, model Pulau Onrust, tokoh laut Nusantara dan perahu wisata KPM Batavia-Amsterdam. Jika Anda sedang mengunjungi kutee lama, dont mist it ke tempat ini. cukup berjalan sejauh 1,5 kilometer.

Alamat Museum Bahari:
Jl. Catatan akhir Kenya Penghalingen RT 11 Icahn 1. Penggilingan, Kota Jkt Utara

Biaya masuk:

  • Anak-anak: Rp. 2000
  • Mahasiswa: Rp. 3000
  • Dewasa: Rp. 5.000
  • Selasa sampai Minggu: 09.00-15.00 WIB (Libur Senin)

2. Pelabuhan Sunda Kelapa
Nama Sunda Kelapa di Batavia atau Jakarta memiliki sejarah yang panjang. Sunda Kelapa masih berupa pelabuhan dan masih menjadi tempat wisata dengan sejarah yang panjang. Sebagai negara kepulauan, pelabuhan telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta Utara tidak terkecuali.

Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi saksi bisu perjalanan panjang Jakarta dari zaman Kerajaan Tarumanegara hingga kota metropolis saat ini. Pelabuhan Sunda Kelapa (Pelabuhan Sunda Kelapa) dibangun pada abad ke-5. Hari Kemenangan Fatahillah mengambil alih namanya dan kemudian menamainya Jayakarta yang kemudian digunakan untuk menentukan hari jadi kota Jakarta.

Di sini, kita bisa melihat perahu kayu miring, yang memiliki sistem tumpang tindih dan satu-satunya di dunia. Kegiatan utama pelabuhan ini adalah penanganan kargo. Sebagian besar kegiatan tersebut masih menggunakan tenaga kerja. Ia mengatakan bahwa ada daya tarik pelabuhan Sunda Kelapa.

Kapal yang singgah di Pelabuhan Sun Taglapa adalah Pinisi Lambo. Ciri-ciri Pinisi sama baik sebelum maupun sesudah. Lambo dirancang untuk menghubungkan mesin untuk menggerakkan perahu.

Sore hari, Pelabuhan Sunda Kelapa terlihat sangat ramai. Ada yang sibuk bongkar muat kargo dari kapal, atau bermain air dan menikmati sore yang menyenangkan.
Meski masih berfungsi sebagai pelabuhan, Sunda Kelapa kini menjelma menjadi destinasi wisata bersejarah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya wisatawan yang sering datang ke sini pada hari biasa dan akhir pekan. Biasanya wisatawan datang dengan menggunakan sepeda atau mobil pribadi dan singgah untuk berfoto. Selain foto-foto, traveller juga bisa mengikuti boat tour, dan cukup membayar Rp 50.000 per orang untuk melihat pesona Sunda Kelapa.

Sebelumnya, pemudik juga harus membayar tiket ke pelabuhan Sunda Kelapa di loket utama. Biayanya sangat bersahabat;

  • pejalan kaki dan pesepeda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 2.500 per orang.
  • Untuk sepeda motor Rp. 3.000
  • sedangkan mobil pribadi Rp. 4.000
  • pickup atau minibus akan dikenakan biaya Rp. 7.000
  • Untuk semua jenis truk akan dikenakan tarif Rp 11.000 hingga Rp 17.000.

Ayo pergi ke pelabuhan Sunda Kelapa!

3. Rumah Si Pitung
Haruskah para pelancong memahami legenda ibu kota dalam legenda urban? Kalau ada juara dari Betawi, siapa lagi? Apakah kamu pernah ke rumahnya? Rumah Si Pitung terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Si Pitung adalah pahlawan yang terkenal di jaman penjajahan, banyak sekali versi dari karakter Robin Hood Betawi ini.

Konon jagoan dari Betawi adalah penjajah penjajah yang berdiri berdampingan dengan masyarakat kecil.Perkataan lain, Sipingdong adalah P Dan tujuh sisi (Pitung: Pitu dan Menolong). Pintu ketujuh, jadi sebagian orang Sebut saja Siping, Klenteng Tujuh Pembantu, mereka adalah kelompok yang berani melawan penjajah.

Rumah Si Pitung dibangun pada tahun 1800-an dan pernah dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Haji Saifudin. Banyak akun yang menyebutkan bahwa Si Pitung dikejar oleh tentara Belanda dan melarikan diri ke rumah setelah bersembunyi. Akhirnya Spitone dan Haji Seiferd menjadi sahabat karib.

Rumah ditata dalam bentuk panggung dan arsitektur Bugis, dengan beberapa ruangan seperti teras, ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, ruang keluarga dan ruang belakang. Konon katanya rumah ini dikelilingi hutan, untuk melindungi diri dari binatang buas, kami membangun rumah panggung seperti ini.

Menurut petugas yang bertugas di rumah Sipi Dong, festival jajanan makanan khas Betawi diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu, seperti kerak telor, es selendang mayang, dan bir pletok khas Betawi. Hampir 80% wisatawan yang mengunjungi eks kediaman Pitung berasal dari wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kawasan Melinda tidak jauh dari kawasan perbatasan Banjir Kanal Timur, selain itu banyak juga masyarakat yang sering berkunjung di akhir pekan.

Tak jauh dari rumah di Si Pitung, terdapat sebuah masjid kuno, masjid ini sudah berdiri sejak lama yaitu masjid. Masjid ini dibangun pada tahun 1600-an dan masih berdiri kokoh di gedung-gedung modern. Secara historis, Masjid Al Alam adalah tempat persinggahan pasukan Mataram ketika hendak menyerang dan menguasai kota Batavia. Masjid Al Alam dulunya bernama Masjid Aulia karena dibangun hanya satu malam oleh auliya yang dipimpin oleh Pangeran Fatahira.

Destinasi ini sangat menarik bagi para traveller yang ingin lebih mendalami tentang kawasan Marunda. Dulu, sebelum tahun 1970-an, Marunda merupakan bagian dari wilayah Bekasi di Jawa Barat. Namun, pada 1970-an, Marunda masuk ke kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Baca Juga: 20 Tips Persiapan Sebelum Menjadi Backpacker Handal

4. Taman Waduk Pluit
Kini, Taman Waduk Pluit menjadi resor baru bagi warga Penjaringan di Jakarta Utara. Setiap hari, warga berbondong-bondong menikmati keindahan taman hiburan murah meriah ini. Situasi ini memberi kesempatan kepada Jawir (26) untuk menyediakan jasa ojek. Ia menggunakan sepeda motor roda tiga untuk melayani antar jemput dari dan ke Taman Waduk Pluit bagi warga sekitar Penjaringan.

Tarifnya pun tidak mahal, hanya Rp 2.000 per orang. Ini cukup bagi Jawir untuk berpenghasilan sekitar Rp 150.000 per hari dengan melakukan perjalanan 7 kali di kawasan Penjaringan. Sebagian besar pelanggannya adalah anak-anak yang ingin bersantai di Taman Waduk Pluit. “Untuk motor seperti ini lumayan lah, apalagi saat hari raya banyak orang minta jalan-jalan.” Pria yang sudah 5 tahun mengendarai ojek ini.

Mila (35 tahun), warga Gang 9 Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, tetangganya kebanyakan siswa SD dan SMP, sering menggunakan jasa ojek mobil Jawir. Dia hanya memesan kendi bir melalui telepon, dan Jawir akan menjemputnya dan membawanya ke waduk Pluit. Bagi Mila, pemandangan baru Taman Waduk Pluit sangat menawan. Sejak lahir dan tinggal di Luar Batang, akibat pemukiman ilegal, kawasan Waduk Pluit diperlakukan sebagai lahan kasar yang dipenuhi sampah berbau tidak sedap.

Sejak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginstruksikan waduk untuk membakukan dan mempercantik taman di sekitar waduk, waduk yang ada saat ini berubah. Ibu berusia tiga tahun itu tersenyum dan berkata: “Sama seperti di Amsterdam, saya sangat senang di sini (Taman Waduk Pluit).” Keberadaan Taman Waduk Pluit menghilangkan kekecewaan Mila karena tidak bisa lagi berpergian ke negara bersama. gerobak dorong Tugu atau Ancol. Pasalnya, sepeda motor troli dilarang beroperasi di jalan-jalan utama Jakarta. “Kalau dulu ongkos pulang pergi Monas-Ancor biasanya hanya Rp 8.000.

Untungnya sekarang sudah ada Taman Jokowi (Taman Waduk Pluit),” kata Mila. Warga Luar Batang lainnya (33 tahun) asal Suhada mengaku kerap menggunakan gerobak kendaraan bermotor untuk melihat dan mengagumi keindahan Taman Waduk Pluit. Katanya: “Ya, selain jalan-jalan seperti ini, ada kegiatan rekreasi lainnya. Selain itu, di sini sekarang ada taman yang menyia-nyiakan kesempatan untuk memasak. Kasihan Pak Jokowi bikin capek banget.”

Desain Taman Waduk Pluit memungkinkan warga berkumpul di taman sekitar waduk. Di taman yang terletak di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin di Jakarta Pusat ini terdapat kursi taman dengan desain yang sama dengan kursi taman. PT Jakarta Propertindo juga menyediakan pohon-pohon besar tak jauh dari kursi taman. Meski pepohonan tampak tak memberi keteduhan, namun penghuni taman seluas 5 hektar itu tak terganggu cuaca panas.

5. Eco Park Jakarta Utara
Era sekarang dengan hiburan dan pembelajaran, udara taman yang hijau dan menghibur. Ecopark Ancor merupakan destinasi yang tepat bagi para wisatawan. Ecopark Ancol atau Allianz Ecopark merupakan tempat rekreasi seluas 34 hektar dan menawarkan berbagai macam aktivitas yang menakjubkan.

Taman di Padang Golf ini menekankan gaya hidup hijau, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi tanaman dan bermain. Taman Ekologi Allianz memiliki 4 area berbeda, yaitu perawatan kesehatan ekologi, seni ekologi, alam ekologis, dan energi ekologis. Eco Care Zone akan mengajak pengunjung untuk menghilangkan stres melalui berbagai permainan edukatif yang ramah keluarga dan menyenangkan.

Eco Art akan memberikan pengunjung berbagai pertunjukan seni dan pameran yang patut dikunjungi. Di saat yang sama, Eco Nature akan memberikan informasi hiburan tentang berbagai flora dan fauna yang unik serta alam hijau yang menyejukkan.

Selain itu, Eco-Energy juga memungkinkan pengunjung mempelajari cara menggunakan energi dengan benar dan memperkenalkan energi baru. Karena mengedepankan konsep “green environment protection”, kawasan tersebut menyediakan lingkungan hijau dengan berbagai pesisir dan tumbuhan langka.

Mengajak keluarga untuk menikmati liburan yang santai dan menyenangkan adalah alasan yang tepat untuk mengunjungi Ecosol Ancol. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman seru melalui berbagai permainan petualangan seru (khusus untuk anak-anak). Taman yang didirikan tahun 2010 ini, selain Puncak (Puncak), juga bisa dijadikan kawasan hijau lainnya.

Kecuali melalui pintu masuk utama, masuk gratis ke kawasan Ecopark Ancol tidak dipungut biaya. Pengunjung yang masuk hanya membayar Rp.25.000. Harga tiket Ecocol Ancol ditentukan oleh masing-masing mobil yang ingin Anda mainkan.

Wahana yang dikenakan biaya meliputi: flying fox, paintball, Ecobike, motor scooter, bike charge, individual learning farm, fishing, canoeing, Ecotrike, motorized beach buggy, water pedal boat, golf cart.

Harga tiket;

  • Tiket Ancol Rp 25.000 Rp 25.000
  • Sepeda ramah lingkungan / 60 menit Rp 35.000
  • Sepeda Tengli / 60 menit Rp 65.000
  • Roda tiga eko / 15 menit Rp 35.000
  • Roda tiga eko / 30 menit Rp 70.000
  • Kendaraan off-road / 30 menit Rp90.000
  • Kendaraan off road / 60 menit Rp 130.000
  • Paket fotografi Rp 500.000
  • Pakan ikan / paket Rp 5.000
  • Sewa kasur Rp 30.000 per hari
  • 35.000 Rp 35.000 biaya sepeda / unit
  • tiket Mobil Rp 25.000 Rp 25.000
  • Tiket sepeda motor Rp15.000 Rp15.000

6. Taman Mangrove Angke Kapuk
Pesona Taman Wisata Alam Angke Kapuk bersumber dari ekosistem alamnya dan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Ini didirikan pada 25 Januari 2010 oleh Menteri Kehutanan Bpk. Zulkifli Hasan di tempat ini adalah habitat berbagai tumbuhan dan satwa.

Jenis satwa yang mendominasi kawasan Taman Wisata Kapuk Angke biasanya merupakan jenis burung bening, dan hampir semua jenis burung merupakan jenis yang dilindungi.

Beberapa jenis tersebut adalah: Blekok, Grouse, Cangak Ash, Cekakak Sungai, White Belly Sea Eagle, Oyster Eagle, East Bayam Setang, Bebek Benjut, Kokokan Laut, Ash Night Kowak, Buffalo Egret, Egret, Asian Snake Cormorant, Blue Shrimp King , Tangkar Centrong juga dikenal sebagai Murai Irian. Selain itu juga terdapat beberapa jenis satwa lain, antara lain water monitor (Varanus Salvator), ikan Gelodok / Bloso (Glossogobius Giuris), dan udang bakau (Thalassina Anomala).

Selain itu, Anda dapat melihat banyak tipe mangrovee di sini, Sebagian mavam nya: Apii-apii (Avicenniaa marinaa), mangrove (Rhizophoraa mucronataa dan Rhizophoraa stylosaa), Bidaraa (Sonneratiaa caaseolaris), Blind-blind (Excoecaria) agallochaa) , Caantinggi (Ceeriops sp.), Warakas (Acrostichum aureum).

Selain itu, Taman Wisata Alam Angke Kapuk juga memiliki berbagai tipe hutan pantai / rawa, antara lain: Beluntas (Indian lu), Dadap (eritrosit), Duri Busyet (Mimosa), Flamboyan (Delonix regia), Kedondong Laut (Dollicia)) Fruticosa) , Ki Hujan (Samanea saman), Ki Tower (Derris heterophylla), Mendongan (Scripus litoralis), Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).

Tiket hiburan Angke Kapuk Nature Park cukup murah. Harga tiket Taman Wisata Alam Angke Kapuk adalah Rp. Dewasa 25.000 rupee (Sabtu / Minggu / hari libur 30.000 rupee), sedangkan anak-anak hanya membayar Rs. 10.000

Selain itu, terdapat selisih harga wisatawan mancanegara yaitu harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 150.000 dan Rp per orang pada hari kerja. Sabtu / Minggu / hari libur 170.000. Selain itu, Anda juga dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp. 5.000 / unit dan tempat parkir Rp. 10.000 / unit.

Seperti disebutkan sebelumnya, fasilitas yang disediakan oleh Taman Wisata Alam Angke Kapuk sudah cukup memadai. Berbagai atraksi hiburan juga bisa Anda nikmati.

Berbagai fasilitas dibagi menjadi dua bagian, yaitu wisata air dan wisata penanaman serta konservasi. Berbagai wisata air yang bisa Anda coba di Taman Wisata Alam Angke Kapuk ini antara lain speedboat, perahu dayung, sepeda air kodok, dan kano.

Anda bisa menyewa speedboat dengan harga Rp. 350.000 6 orang / perahu dan Rp. 450.000 8 orang / perahu. Anda bisa mencoba berperahu dengan membayar Rp. 100.000 unit / unit, dapat menampung hingga 4 orang. Sepeda Water Frog dapat digunakan dengan harga Rp. 100.000 / unit dan membayar Rp untuk kano. 100.000 / unit.

Selain itu, Anda juga bisa menanam mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk untuk hiburan. Untuk panduan penanaman dan konservasi Anda sendiri, Anda bisa menanam mangrove dengan membayar Rp. 150.000 / pohon Selain itu untuk penanaman kangen akan mendapatkan 1 bibit mangrove dan papan nama dikenai biaya Rp. 500.000 pcs / bungkus.

Perjalanan ini tentunya bisa menjadi kegiatan edukasi yang menarik tentang mangrove. Selain itu dengan menanam mangrove juga dapat menjaga ekosistem yang sehat dan segar.

Fasilitas lain dari Taman Wisata Alam Kapuk Angke sangat sesuai. Anda dapat memilih untuk tetap menggunakan AC atau non-AC. Mengunjungi Taman Wisata Alam Angke Kapuk untuk menghabiskan liburan sehari-hari tentunya menjadi solusi yang menyegarkan.

shares